Labels

Tampilkan postingan dengan label Travelling Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling Indonesia. Tampilkan semua postingan

Keindahan Punacak Jaya Wijaya



Puncak Jayawijaya Papua Pegunungan Tertinggi Yang Ada Di Indonesia

 


Kali kita akan membahas tentang salah satu destinasi wisata pendakian yang ada di Indonesia, yang dikenal sebagai Puncak Jayawijaya. Puncak Jayawijaya merupakan gunung dengan ketinggian hingga 4.884 m dpl. Terletak pada titik koordinat S 04°04.733 dan E 137°09.572. Gunung ini menjulang memecah langit dan menembus awan dengan indahnya. Puncak Jayawijaya merupakan gunung kapur terbesar di Indonesia. Gunung ini merupakan titik tertinggi yang ada di pulau Papua, atau bahkan di Oseania dan benua Australia. Puncak Jayawijaya adalah titik tertinggi yang meliputi Andes dan Himalaya, serta disebut – sebut sebagai puncak tertinggi dari berbagai pulau di belahan dunia.
Secara administratif Puncak Jayawijaya barada di Range Sudirman atau Dugunduguo, tepatnya di provinsi Papua Barat. Puncak Jayawijaya merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Indonesia. Gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Jayawijaya yang membentang sangat luas, bahkan menyatukan dua negara. Pegunungan ini memanjang dari provinsi Papua Barat wilayah Indonesia hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Namun diantara pegunungan yang luas ini, gunung tertinggi ada di wilayah provinsi Papua Barat – Indonesia. Sehingga secara administratif Indonesia masih sangat beruntung, karena di puncak itulah yang menjadi incaran para trakker dunia. 




Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, negara ini membentang di atas garis Katulistiwa, maka tidaklah mungkin ada salju di tanah ini. Namun hukum tersebut tidak berlaku untuk Puncak Jayawijaya. Karena dinginnya salju selalu menyelimuti Puncak Jayawijaya. Sungguh aneh, namun inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Puncak Jayawijaya. Gunung ini merupakan satu – satunya gunung yang diselimuti salju di wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua puncak di pegunungan Jayawijaya ini bersalju.
Gunung ini juga termasuk dalam tipe Alpine Glaciation jika dilihat dari tipe gletsernya. Sedangkan di tempat yang lebih rendah dari puncak tertinggi, dapat dikategorikan kedalam tipe Valley Glacier. Valley Glacier merupakan gletser yang mencair sehingga turun dan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dapat dipastikan, di wilayah Pegunungan ini juga terdapat sungai es. Fenomena ini tidak akan bisa anda temui di belahan bumi manapun. Sangat unik dan mengagumkan. Puncak Jayawijaya masuk dalam “ Seven Summit ” yaitu tujuh puncak benua, dan biasa dikenal sebagai Piramida Carstenz.

Berada di Puncak Jayawijaya merupakan impian pendaki sejati yang ingin menyaksikan indah dan keunikannya gunung tersebut. Apabila Anda melihat dari udara gunung ini bagaikan brownies yang di siram dengan susu kental manis rasa vanilla. Bahkan, ketika sinar matahari menerpa, pemandangan digunung ini juga tak kalah menariknya. Cahaya matahari dipantulkan oleh putinya salju, membuat kilauan – kilauan nyata yang mengagumkan.
Puncak Jayawijaya atau lebih dikenal dunia dengan nama Piramida Carstenz memiliki suhu hingga 0 derajad celcius, bahkan bisa minus pada kondisi – kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya oksigen sangat sulit didapatkan, dengan medan yang terjal dan berbahaya sehingga dapat dikatakan sebagai tujuan trakking yang sangat menantang. Namun itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh gunung tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para trakker jika bisa sampai di Piramid Carstenz. Sebuah warisan alam yang unik dan menantang.

Ketika berada disana, akan banyak Anda temui Suku Dani, penduduk setempat yang tergolong primitif. Didalam keseharian mereka masih hidup dengan adat, budaya bahkan kebiasaan seperti manusia di zaman batu. Cukup aneh, di zaman yang modern bahkan teknologi sudah sangat canggih, masih ada saja suku yang seperti ini. Namun disinilah titik keunikannya. Selain dapat trakking ke Puncak Jayawijaya yang sungguh mempesona, Anda akan memperoleh pengalaman baru, yaitu bertemu langsung dengan warga Suku Dani yang kaya akan kebudayaan. Di tengah – tengah mereka, Anda akan merasakan sensasi menjadi manusia di zaman batu. Pengalaman yang paling mengesankan bagi Anda jika dapat bertemu langsung dan bertegur sapa dengan mereka.
Puncak Jayawijaya memang berada di negara Indonesia, namun trakker yang datang lebih banyak dari luar negeri. Mereka tertarik untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi yang masuk ke dalam 7 puncak tertinggi di dunia dengan segala keunikannya. Bahkan tercatat lebih dari 300 trakker asal luar negeri sengaja datang untuk mengunjungi Puncak Jayawijaya, akan tetapi kebalikan dari itu jumlah trakker lokal hanya puluhan saja. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan perijinan mendaki gunung ini sangatlah rumit.
Perlu Anda ketahui, 5% dari cadangan es di dunia, ada di Puncak Jayawijaya. Namun, karena pemanasan global yang kian menjadi – jadi, sebagian es di gunung ini kian mencair tiap tahunnya. Sangat disayangkan, karena wisata alam yang tergolong unik, bahkan menakjubkan harus menanggung akibatnya. Nah sebelum es di Puncak Jayawijaya mencair sepenuhnya, jangan sia – siakan waktu Anda untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang unik dari Puncak jaya Wijaya di Pulau Papua.

Sejarah Ditemukan Puncak Jayawijaya

Puncak Jayawijaya ditemukan pertama kali Jan Carstensz pada tahun 1623. Ia adalah seorang petualang dari negeri Belanda. Karena penemuan itulah, Puncak Jayawijaya lebih dikenal dengan nama Carstensz Pyramid oleh dunia. Diambil dari nama “Carstensz” sendiri untuk menghargai jasanya, dan Pyramide berarti puncak. Sedangkan nama Puncak Jayawijaya, merupakan nama yang diberikan oleh Ir. Soekarno setelah berhasil membebaskan wilayah Papua barat dari jajahan Belanda.
Awalnya tidak ada yang percaya dengan temuan  Jan Carstensz. Sebuah gunung yang di selimuti oleh es di daerah yang tropis. Memang jika dipikir kurang masuk akal. Namun setelah 3 abad dari penemuan ini, warga dunia barulah percaya jika gunung tersebut benar – benar ada. Hingga sekarang menjadi salah satu objek wisata pendakian kebanggaan Indonesia bahkan di dunia.
Pesona gunung tertinggi di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Bahkan dunia pun mencatatnya dalam “Seven Summit” yaitu Tujuh Puncak Dunia. Karena keunikan dari gunung tersebut, sehingga tempat ini menjadi incaran para pendaki di dunia. Menurut ahli geologi dunia, pada seribu abad silam, dunia hanya mempunyai satu benua yang dikenal sebagai Benua Panggea. Namun karena desakan alam, benua ini pun terpecah menjadi dua bagian, sehingga membentuk benua baru. Dinamakan benua Laurasia daan benua Eurasia. Benua Eurasia inilah yang akhirnya pecah kembali dan membentuk beberapa bagian, seperti daratan Amerika selatan, India, Afrika, dan Australia.
Di benua Australia terjadi pengendapan serta pergeseran lempeng. lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia bertumbukan di dasar laut. Karena fenomena inilah sehingga menghasilkan busur pulau yang dipercaya sebagai awal dari terbentuknya pulau Papua beserta pegunungannya yang sangat indah. Bukti bahwa Pulau Papua merupakan bentukan alam yang awalnya adalah bagian dari dasar laut terlihat dari aneka fosil laut dan berbagai macam bebatuan di Puncak Jayawijaya. Karena proses sedimentasi beserta tumbukan lempeng dalam jutaan tahun silam, sehingga fenomena alam ini terbentuk dan dapat di lihat dengan nyata.

Perjalanan Menuju Jayawijaya Papua

Untuk hal yang satu ini, tentunya anda harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Karena untuk menjangkau Puncak Jayawijaya tidaklah mudah. apabila Anda berasal dari luar kota, Anda harus transit di Lembah Illaga, Papua. Dari  sana Anda harus melakukan trakking di sebuah hutan yang lebat yang memiliki kumpulan satwa yang cukup berbahaya. Untuk menempuhnya, diperlukan waktu sekitar 7 hari perjalanan. Rute ini tergolong sulit, sehingga ada baiknya Anda menempuh jalur lain yaitu dengan menggunakan hellicopter yang akan membawa Anda menuju tempat perkemahan dari wilayah Puncak Jayawijaya yaitu bertempat di Danau Valley. Hal ini sangat disarankan, mengingat bahaya yang akan Anda temui di hutan.
Selain transportasi, perkemahan dan perlengkapan yang memadai, Anda juga harus melakukan perijinan kepada petugas jauh – jauh hari. Mengingat di wilayah ini sangat rawan konflik antar suku, maka dibutuhkan keahlian khusus untuk menangani masalah perijinan. Sangat disarankan Anda memakai jasa agen perjalanan, agar memudahkan Anda untuk menjangkau Puncak Jayawijaya dengan mudah.
Memang untuk mendapatkan surat ijin bukanlah hal yang mudah, medan yang akan ditempuh juga sulit dan berbahaya, sehingga untuk sampai di Puncak Jayawijaya juga bukanlah hal yang gampang, selain itu dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Dibutuhkan keseriusan dan kegigihan untuk mencapai puncak tertinggi dari gunung ini. Namun itu semua kan terbayarkan dengan sensasi yang akan didapatkan oleh trakker ketika sampai di Puncak Jayawijaya. Pemandangan yang spektakuler serta menakjubkan akan membuat Anda kehabisan kata – kata untuk melukiskannya. Walaupun tidak dapat dipungkiri, untuk mencapainya, menguras banyak tenaga dan isi kantong tentunya.

Oleh – Oleh dan Kuliner Khas Papua

Sepertinya sangat tidak lengkap, jika sudah berkunjung ke Pulau Papua, tapi tidak membawa oleh – oleh dari sana. Papua memiliki buah tangan yang beragam. Mulai dari kaos yang bertuliskan Papua, pajangan yang unik, lukisan dari kulit kayu, cokelat yang nikmat, sarang semut, hingga ramuan buah merah yang sudah di kenal khasiatnya.
Koteka, nama ini sudah tak asing lagi. Sebuah benda yang biasa di gunakan untuk menutup kelamin laki – laki dewasa asli dari daerah Papua. Namun benda ini menjadi incaran para pengunjung. Mungkin karena fungsinya yang unik, dan tidak akan Anda temui di daerah manapun selain di pulau Papua.
Bukan hanya itu, di Papua juga banyak yang menyediakan kerajinan tangan seperti Nokem. Apa itu nokem? Nokem adalah tas yaang terbuat dari akar kayu. Selain itu, beragam gelang dan kalung cantik buatan tangan juga dapat anda temui disana. Ada juga topi berbulu dan rok rumbai – rumbai yang cantik. Untuk Anda pecinta barang antik, disanalah tempat yang cocok untuk berburu. Selain itu, juga ada tombak, busur dan panah. Di Papua juga memiliki batik yang cantik. Warna kain batik tersebut cenderung cerah dan pastinya bercorak serta bermotif khas Papua.
Seperti yang kita ketahui, di Papua makanan pokoknya tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kita sudah akrab dengan yang namanya nasi, lain dengan di Papua, mereka memiliki kebiasaan untuk memakan sagu.  Ya… sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Untuk masalah kuliner, masyarakat Papua juga tidak kalah dengan daerah lain. Yang pertama ada Papeda. Bahan dasar untuk membuat makanan ini ialah sagu, yang merupakan makanan pokok khas Papua. Untuk membuat papeda, berbahan dasar sagu tersebut diolah sehingga menjadi lengket seperti lem. Rasanya pun hambar. Namun Papeda biasanya dinikmati dengan lauk lainnya seperti ikan atau daging. Uniknya, lauk yang di santap dengan Papeda haruslah berkuah dan berwarna kuning.
Selanjutnya yaitu Martabak Sagu. Sesuai namanya, bahan dasar pembuatan martabak ini adalah sagu. Di olah lalu digoreng, dengan taburan gula merah di atasnya, martabak ini pun siap untuk dinikmati. Rasa martabak yang satu ini sangat lezat dan manis. Cocok dinikmati pada waktu santai. Ada lagi yang lain yaitu Ikan Bakar Manokwari. yaitu Ikan tongkol yang dibakar. Namun yang membedakaannya adalah sambal yang khas dan sangat pedas. Selanjutnya ada ikan bungkus. Jika dilihat dari tampilannya, memang mirip seperti ikan pepes pada umumnya. Namun yang membedakannya ialah bumbu – bumbu yang beragam.
Dan yang makin membuat penasaran, yaitu Sate Ulat Sagu. Mendengar namanya saja Anda akan geli, bahkan mual. Namun memang bahan dasar pembuat makanan ini adalah ulat di pohon sagu. Cukup mengerikan. Ulat dari pohon sagu itu di tusuk dan di bakar. Sangat mirip dengan pembuatan sate pada umumnya. Anda berani mencobanya?
Kemudian Udang selingkuh, nama yang unik untuk salah satu kuliner ini. Dinamakan udang selingkuh, karena menurut tampilannya memang seperti udang pada umumnya, namun udang ini memiliki capit seperti milik kepiting. Sehingga masyarakat setempat memberikan nama udang selingkuh, karena mereka menganggap udangnya sudah selingkuh dengan kepiting dan menghasilkan anak sedemikian rupa. Unik dan lucu…. nah penasaran kan? Sempatkan diri Anda untuk mencicipi udang – udang yang suka selingkuh. Hehehee. Dan jangan sampai lewatkan berbagai macam kuliner yang unik dari pulau Papua.

Tips Pendakian Ke Puncak Jayawijaya

1. Siapkan Kondisi Fisik Dan Mental

Puncak Jayawijaya atau sering di kenal dengan sebutan Pyramide Carstenz merupakan wisata impian para trakker dunia. Namun untuk mengaksesnya bukanlah hal yang mudah, sehingga dibutuhkan energi yang lebih untuk mengunjunginya. Selain itu suhu di daerah ini sangatlah dingin. Jadi sebelum melakukan perjalana ke Puncak Jayawijaya ada baiknya Anda membiasakan diri untuk berada di ruangan yang dingin, hal ini juga menghindari penyakit hipotermia, yang dapat menyerang Anda sewaktu – waktu ketika melakukan trakking.

2. Mempersiapkan Perlengkapan Trakking Dan Dana

Siapkan perlengkapan yang memadai, karena waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat sehingga persiapan jauh – jauh hari sangat dibutuhkan. Pendakian bebas sangat tidak disarankan, sehingga penggunaan jumaring merupakan pilihan yang sangat tepat. Selain perlengkapan, dana yang dibutuhkan untuk perjalanan ini juga cukup mahal, sekitar 100 juta rupiah.

3. Mengurus Ijin Pendakian

Untuk perijinan di tempat ini nampaknya cukup sulit, sehingga biasanya hal tersebut dilakukan jauh – jauh hari sebelum memulai perjalanan. Mengingat di daerah ini sering terjadi konflik antar suku, sehingga berkunjunglah pada waktu yang aman.

4. Berlatih Skill Trakking

Puncak Jayawijaya tidak dapat dicapai dengan hal yang mudah, karena medan trakking sangat terjal dan berbahaya, sehingga diperlukan keahlihan khusus untuk dapat sampai kesana. Maka dari itu, cobalah trakking di gunung lain terlebih dahulu, sebelum Anda mengunjungi Puncak Jayawijaya.

5. Jangan Kesana Sendirian

Tidak disarankan anda melakukan perjalanan sendirian, karena sulitnya untuk menjangkau Puncak Jayawijaya. Sebaiknya anda melakukan perjalanan berkelompok. Mengikuti paket wisata dari agen perjalanan juga sangat disarankan, mengingat rute yang ditempuh tidaklah mudah.
Itulah ulasan mengenai Puncak Jayawijaya Papua yang merupakan pegunungan tertinggi yang ada di Indonesia, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda semua. 

Keindahan Pulau Bali

11 Keindahan Alam Tersembunyi di Bali


Kemana saja sih tujuan liburan mu selama di Bali? Apakah tujuan utama mu hanya melihat sunset atau shopping di Kuta, Seminyak dan Legian? Terlalu mainstream bro! Ada begitu banyak alasan kenapa Bali adalah tujuan liburan terbaik, salah satunya adalah keindahan alam Bali yang sangat beraneka ragam. Yuk coba kita lihat beberapa keindahan alam tersembunyi di Bali.

1. Nikmati pemandangan air terjun ala jaman purba

 

Air Terjun Sekumpul merupakan salah satu air terjun terbaik di Bali. Dengan pemandangan sekitarnya yang di selimuti hutan rimba yang lebat kamu akan merasa berada di film Jurassic Park!

2. Atau Pemandangan seperti di Teletubies akan kamu jumpai

Bukit Teletubies terletak di ujung timur pulau Nusa Penida, kamu bisa melihat formasi gundukan bukit seperti di film teletubies, sangat indah bukan? Photo credit: IG @indrapangestu

3. Gak perlu ke Thailand, Bali juga punya batu karang unik loh

Bukit Atuh di pulau Nusa Penida memiliki pemandangan luar biasa dengan formasi pulau pulau kecil berupa tebing tebing lancip seperti di Phi Phi Island Thailand.

4. Dan tidak perlu ke Amerika untuk menemui lubang pada pohon raksasa

Karena di Bali tepatnya di Jembrana, terdapat sebuah pohon Bunut raksasa (Bunut Bolong) yang memiliki lubang berdiameter sebesar 5 meter yang terlihat begitu spektakular. 

5. Selain itu ada juga jembatan alami spektakuler

Masih dari pulau Nusa Penida, kamu bisa menemui keajaiban alam berupa jembatan karang raksasa sepanjang lebih dari 50 meter di Pantai Pasih Uwug. Melihat sunset di sini juga merupakan sebuah pengalaman tak terlupakan. 

6. Jangan lupa membawa baju renangmu yah!

 

Karena kamu tidak pernah tau kalau tiba tiba kamu nemuin kolam yang jernih dan segokil Angel’s Billabong di Nusa Penida ini. Tempat ini adalah muara akhir dari sungai sebelum sampai ke laut.

7. Hanya ingin sekedar berendam, tidak masalah!

Banyak pantai di Bali, seperti pantai Kubu ini memiliki kubangan yang di penuhi dengan air laut dan ikan ikan kecil yang terperangkap. Kamu bisa menggunakannya untuk berendam. Tenang aman kog! 

8. Yang pasti bersiaplah untuk basah-basahan!

Ledakan ombak di Devil Tears yang mencapai ketinggian 15 meter
Bali memiliki 2 lokasi waterblow yang di hasilkan dari ombak besar yang menabrak karang. Dan yang lebih jarang orang ketahui adalah Devil Tears di Nusa Lembongan ini. Ledakan ombaknya bisa mencapai 15 meter! Gokil banget kan! Photo credit: IG @tid_c

9. Gak mau basah? Kamu bisa menjelajahi daratan Bali

Bukit Campuhan memiliki kontur tanah yang naik turun dengan uniknya
Walaupun berada di pusat kota Ubud, tidak banyak yang mengetahui Bukit Campuhan yang berkontur unik ini. Banyak orang menggunakan tempat ini sebagai tempat berolahraga. Photo credit: IG @doyoutravel

10. Atau mungkin mendaki bukit kapur yang indah?

Pantai Melasti dengan tebing tebing kapur raksasa setinggi 150 meter
Walaupun memiliki karakteristik yang serupa dangan pantai Pandawa, namun pantai Melasti masih jarang di kunjungi orang. Dengan tebing tebing menjulang tinggi hingga 100-150 meter akan memberikan sensasi yang tidak terlupakan. Photo credit : IG @sherly.martha

11. Kamu selalu bisa mencoba mendaki lebih tinggi

Pemandangan kaldera gunung batur yang di selimuti embun pagi
Walaupun ramai di kunjungi oleh wisatawan, Gunung Batur memiliki begitu banyak sudut dengan pemandangan yang berbeda beda. Kamu selalu bisa menemukan pemandangan baru di sini. Nikmati salah satu kaldera terindah di dunia ini! Photo credit: IG @rijalkamaluddin

Sudahkah kamu explore tempat-tempat di atas?

Tempat tempat mana saja yang sudah pernah kamu kunjungi selama di Bali? Apakah kamu punya rekomendasi tempat wisata alam yang gak kalah kerennya dari yang sudah di uraikan di atas? Coba beritahu kami rekomendasimu di kolom komentar di bawah.
Jangan lupa juga untuk like facebook kami dan share artikel ini ke teman teman terdekatmu. Salam petualang!

Keindahan Raja Ampat

Keindahan Wisata Raja Ampat

Raja Ampat merupakan sekelompok pulau yang berlokasi di Provinsi Papua Barat. Keindahan Pulau ini menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu ikon wisata bawah laut terpopuler di Indonesia. Terdapat satu hal yang menjadi ciri khas Raja Ampat yakni pemandangan bawah lautnya yang menakjubkan

Memang, sejak dahulu kawasan pulau raja ampat papua selalu menjadi daya tarik tersendri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Kebanyakan dari mereka sengaja mengunjungi wisata ini untuk menilik keindahan biota dan terumbu karang bawah laut yang menakjubkan. Bahkan banyak pihak yang menyatakan Kepulauan Raja Ampat memiliki banyak keanekaragaman spesies terbanyak dari seluruh pulau-pulau di dunia. Beberapa spesies biota laut langka yang belum pernah Anda jumpai bahkan dapat Anda temui disini.

Aktifitas Menarik di Wisata Raja Ampat

Jika Anda berminat mengunjungi Raja Ampat Papua, terdapat beragam aktivitas yang dapat Anda lakukan disana mulai dari diving, snorkeling, memancing, berlayar, naik perahu hingga wisata kuliner. Cukup asyik bukan?. Hal pertama yang wajib dilakukan saat mengunjungi pulau raja ampat  adalah diving. Diving atau lebih dikenal dengan aktivitas menyelam tentu merupakan suatu aktivitas yang menantang dan menarik, apalagi jika ditemani oleh ikan pari, penyu dan juga terumbu karang warna-warni. Tentu hal ini akan menjadi pengalaman menyelam yang tak biasa. Terdapat sedikitnya 537 spesies koral dan juga 699 hewan tak bertulang belakang yang dapat Anda jumpai disini. Sementara untuk masalah keamanan, Anda tak perlu canggung sebab aktivitas diving Anda akan ditemani oleh ahlinya dan tentunya dengan peralatan menyelam yang sangat memadai sehingga keselamatan dan keamanannya terjamin.
Wisata Raja Ampat merupakan salah satu tujuan wisata Indonesia yang patut dibanggakan, sebab tak hanya wisatawan domestik saja yang tertarik menyambanginya, namun wisatawan mancanegara atau yang lebih dikenal dengan ‘turis’ juga berbondong-bondong mengunjunginya. Ada yang berniat mengunjungi Wisata di Raja Ampat hanya sekedar untuk merefreshkan diri (rekreasi) namun ada juga mengunjunginya dengan alasan edukasi. Beberapa pakar Sains dari luar negeri bahkan ikut terjun langsung dalam penyelaman tersebut. Mereka sengaja melakukan ini untuk keperluan pengembangan sains dan observasi tingkat lanjut.
Tak hanya pemandangan bawah lautnya saja yang menakjubkan, raja ampat papua juga memiliki daya tarik lain yang tak kalah istimewa. Beberapa elemen juga memiliki andil yang besar dalam menyusun keindahan wisata ini diantaranya hutan yang lebat, gugusan batu kapur berwarna-warni, spesies tumbuhan langka dan juga sarang penyu di tepi pantai. Selain itu, Anda juga berkesempatan menikmati sajian kuliner khas Raja Ampat yang disuguhkan melalui restoran-restoran elit tepi pantai. Tentu suasana berbeda akan tergambar saat Anda menyantap hidangan sea food ditemani deburan ombak dan kura-kura yang menyapa.
Oleh karena itu, tak ada salahnya jika Anda menyambangi Raja Ampat Papua sebagai destinasi utama Anda
Berikut keindahan Raja Ampat:
1. Biota Bawah Laut Terkaya di Dunia

Masa, sih? Raja Ampat itu punya 540 spesies terumbu karang atau 75% dari jumlah spesies koral yang ada di seluruh dunia lho! Selain itu, setidaknya ada 1.700 spesies moluska dan 1.500 spesies ikan mulai dari yang sebesar kuku sampai sebesar bus yang bisa kamu temui di sini. Kita juga patut bangga karena Indonesia masuk ke dalam area coral triangle (surganya terumbu karang) dunia yang meliputi Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Filipina, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Dan ternyata dari seluruh negara tersebut, Indonesia lah yang paling kaya dengan biota lautnya yang ada di kawasan Raja Ampat, Derawan, Wakatobi, dan Pulau Komodo. Keren, ya!
2. Masih Banyak Pulau “Perawan”


Dari 610 pulau yang ada di kawasan Raja Ampat, ternyata kebanyakan tidak berpenghuni, lho. Kesadaran masyarakat setempat, wisatawan yang berkunjung dan pemerintah, membuat Taman Nasional Raja Ampat masih sangat terjaga kelestarian dan keindahannya. Jangan harap deh kamu bisa diving masal bareng puluhan divers lainnya dalam waktu yang bersamaan di sini. Bahkan penyelam juga tidak diperbolehkan untuk mengambil foto bawah air menggunakan lampu kamera, karena takutnya bisa merusak terumbu karang.
3. Pemandangan Super Cantik

Yang ini sih tidak perlu dijelaskan lagi, deh. Lihat saja pemandangan dari atas Bukit Wayag ini.

4. Ada Danau dengan Ubur-Ubur yang Tidak Menyengat


Selama ini, mungkin kamu cuma tahu kalau danau dengan stingless jellyfish itu adanya di Derawan (Danau Kakaban). Tapi ternyata Raja Ampat juga punya, lho. Dan bukan cuma ada 1, tapi sekaligus 5! Namun, karena akses menuju danau-danau tersebut sangat sulit, makanya baru ada 2 danau yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya ada di Kepulauan Misool. Yuk, ke sana!

5. Flora & Fauna yang Kaya

Bukan cuma bawah laut Raja Ampat saja yang kaya, lihat juga dong apa yang dimiliki oleh hutan-hutannya. Ada beragam jenis burung khas Indonesia timur yang berwarna-warni, seperti Kakatua, Maleo, Nuri, dan Cendrawasih. Tahu juga dong kalau Papua itu surganya anggrek. Makanya jangan heran kalau kamu merasa seperti berjalan di tengah dunia fantasi yang berwarna-warni selagi berkunjung ke Raja Ampat!
Jadi kapan kamu keasana???






sumber:  http://indonesiaexplorer.net/keindahan-wisata-raja-ampat-dengan-pemandangan-bawah-laut.html
http://blog.misteraladin.com/5-alasan-kenapa-kamu-harus-berkunjung-ke-raja-ampat/

Pengikut

Menu